Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 11 Agustus 2009

Pertamina Bangkrut kalau Elpiji Tak Naik?masak si...???



JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Menteri Negara BUMN Said Didu mengatakan, PT Pertamina (Persero) bisa bangkrut kalau harga elpiji 12 kilogram (kg) tidak dinaikkan.

"Kalau tidak rugi yah bisa bangkrut (Pertamina). Sekarang begini, tidak ada mekanisme yang menyuruh BUMN menjual elpiji di bawah harga keekonomian kecuali disubsidi," kata Said kepada wartawan seusai menghadiri rapat dengan pejabat bank BUMN di Gedung DPR RI Jakarta, Selasa (11/8).

Menurut Said, hal lain yang menjadi pertimbangan pihaknya menyetujui kenaikan harga elpiji 12 kg karena Pertamina pernah mendapat teguran Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjual elpiji 12 kg di bawah harga pokok.

"Mekanismenya harus subsidi atau PSO. Kalau tidak, kita bisa dituntut kenapa menjual di bawah harga pokok. Terjadi persaingan tidak sehat karena harga tidak sehat lalu ada monopoli dan itu yang disoroti KPPU," papar Said.

Kementerian BUMN menaksir sekitar Rp 6 triliun kerugian Pertamina setiap tahun kalau bertahan dengan harga sekarang. Rencananya kenaikan harga elpiji 12 kg dilakukan bertahap setiap bulan sekitar Rp 100 sampai Rp 200 per kg sampai mencapai harga keekonomian.

Jumat, 12 Desember 2008

2009, Pemerintah Bakal Serap 3 Juta Tenaga Kerja.mungkinkah???

Buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Menggugat (ABM) berunjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (3/12). Mereka menuntut pemerintah mencabut SKB empat menteri yang dinilai menyengsarakan buruh. Mereka juga menuntut upah layak secara nasional.



Jumat, 12 Desember 2008 | 19:21 WIB

JAKARTA, JUMAT — Atasi dampak krisis keuangan Amerika Serikat dan tambahan pekerja baru pada 2009, pemerintah membutuhkan lapangan kerja yang mampu menyerap sekitar tiga juta jiwa. Tiga juta jiwa tenaga kerja ini diupayakan masuk dalam proyek infrastruktur pemerintah yang terhimpun di sejumlah departemen.

Hal ini dikemukakan Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto seusai mengikuti Rapat Kabinet Terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Jumat (12/12), bersama Presiden Yudhoyono, Plt Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Purnomo Yusgiantoro, dan Menteri Perhubungan Jusman Sjafeii Djamal.

Menurut Djoko, angka tiga juta tenaga kerja tersebut dibagi menjadi dua bagian. Sebanyak 2,5 juta jiwa merupakan tenaga kerja baru, dan sisanya merupakan korban PHK akibat dampak krisis keuangan AS. "Memang harus ada tambahan 2,5 juta jiwa (2009), yang 0,5 juta barangkali yang PHK," ujar Djoko.

Dengan adanya target tiga juta jiwa tenaga kerja baru yang mesti terserap, Djoko menambahkan, departemen yang mengelola proyek infrastruktur, baik itu Departemen Pekerjaan Umum, Departemen Perhubungan, Departemen Pertanian maupun Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, diminta untuk memilah-milah proyek yang bisa menyerap tenaga kerja hingga tiga juta jiwa.

"Saya dan Menhub itu diminta agar dana yang ada dipilihkan untuk melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang labour intensif, yang memberikan peluang lapangan kerja," ucapnya.

Untuk Departemen PU sendiri, lanjut Djoko, pihaknya mempersiapkan lapangan kerja dengan target 1,1 juta tenaga kerja pada 2009. Namun, lantaran pada 2008, telah berhasil menyerap hingga 800.000 tenaga kerja, Departemen PU membutuhkan sekitar 300.000 tenaga kerja.

"Kami hanya menyediakan yang baru 300.000. Yang lain dari sektor yang lain," tandasnya.

Menyangkut anggaran infrastruktur yang dibutuhkan untuk menggolkan target penyerapan tiga juta jiwa tenaga kerja pada 2009, Djoko mengaku, pihaknya memerlukan dana tambahan.

"Saya memang mengusulkan tambahan, tetapi belum ada keputusan karena memang belum dibicarakan tambahan anggaran," sergahnya.

Anggaran Infrastruktur 2008 Departemen PU tersedia sekitar Rp 34,9 triliun. Menurut rencana terdapat peningkatan alokasi anggaran infrastruktur Departemen Pekerjaan Umum pada 2009 menjadi Rp 35,7 triliun. Dana antara lain ditujukan untuk menyelesaikan seluruh proyek jalan nasional, pembangunan dan perbaikan infrastruktur untuk irigasi.

Plt Menko Perekonomian yang juga Menteri Keuangan Sri Mulyani seusai pertemuan tak membeberkan keterangan. Dia memilih mengunci rapat-rapat isi pertemuan dengan Presiden Yudhoyono yang berlangsung selama dua setengah jam sejak pukul 15.30.

Jumat, 28 November 2008

Kata wong cilik : aku harus bagaimana????





JAKARTA, JUMAT - Guna menanggulangi kekurangan pupuk bersubsidi, pemerintah akhirnya memutuskan penambahan sebanyak 300.000 ton pupuk bersubsidi. "Kelangkaan pupuk, masalahnya kebutuhan meningkat tapi produksi pupuk tak bertambah. Langkah pertama, pemerintah tambah jumlah pupuk bersubsidi," kata Menteri Pertanian Anton Apriyantono seusai rapat khusus soal kelangkaan pupuk di kantor Wapres Jakarta, Jumat (28/11). Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Presiden M Jusuf Kalla.

Menurut Mentan, hingga akhir tahun 2008 pemerintah akan melakukan penambahan 300.000 ton. Sebelumnya pupuk bersubsidi yang disediakan pemerintah sebesar 4,3 juta ton dan ditambah 200.000 ton, total 4,5 juta ton. Dengan penambahan lagi 300.000 ton kali ini maka pupuk bersubsidi menjadi 4,8 juta ton. "Tambahan 300.000 ton ini akan dibagi dua yakni 200.000 ton akan dibagi ke tiap-tiap kabupaten, dan 100.000 ton digunakan untuk operasi pasar bagi daerah-daerah yang membutuhkan," kata Anton.

Mentan melanjutkan, operasi pasar akan dilakukan langsung dari produsen ke petani langsung. Dengan adanya penambahan 300.000 ton tersebut, seharusnya sudah tidak ada lagi kekurangan pupuk. Karena dalam perhitungan kekurangan pupuk saat ini sebesar itu.

Mentan mengakui berdasarkan laporan Kapolri memang ada beberapa kasus penyimpangan penggunaan pupuk bersubsidi seperti dialihkan ke perkebunan maupun diekspor.

Hotline

Menteri Pertanian juga mengungkapkan nomor-nomor hotline untuk pengaduan masyarakat jika terjadi kelangkaan pupuk. Nomor hotline untuk pengaduan bagi wilayah edar dari PT Pusri adalah 0800 1333 888, wilayah edar PT Petro Kimia Gresik 0800 1636 363, dan sms 0811 3444 774. Untuk wilayah edar PT Pupuk Kujang 0800 1003 001, sms 0878 8888 3307, wilayah edar PT Pupuk Kaltim 0811 4628 45 dan wilayah edar Pupuk Iskandar Muda 0645 567 00.

"Jadi siapapun, para petani yang mengalami kekurangan pupuk bisa hubungi nomor-nomor di atas dan produsen siap lakukan operasi pasar jika diperlukan," kata Anton.

Mentan menjelaskan bahwa dengan adanya tambahan 300.000 tersebut akan dipenuhi dari PT Pupuk Kaltim sebanyak 80.000 ton. Dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebanyak 40.000 ton, dan PT Petrokimia Gresik 5.000 ton. "Untuk kebutuhan gas dijamin BP Migas. Semua pupuk non subsidi ditarik. Dari PT Pupuk Iskandar Muda 40.000 ton yang mau ekspor ditarik," kata Anton.

Untuk tahun 2009 Anton menjelaskan bahwa seluruh pabrik pupuk akan dipacu produksinya hingga maksimal bisa total capai 7 juta ton. Rencananya untuk urea bersubsidi pada tahun 2009 disediakan 5,5 juta ton. Sedangkan pupuk NPK rencananya 1,3 juta ton dinaikan menjadi 1,5 juta ton.



SKB Empat Menteri, Upah Buruh Sesuai Inflasi Daerah
Buruh dan mahasiswa dari Aliansi Masyarakat untuk Kesejahteraan (Amuk) Rakyat berunjuk rasa menuju Balaikota Solo, Jawa Tengah, Selasa (11/11), menuntut pemerintah membatalkan surat keputusan bersama (SKB) empat menteri yang dinilai merugikan buruh. Mereka juga menuntut agar penetapan upah minimum mengacu pada kebutuhan hidup layak.

Jumat, 28 November 2008 | 02:06 WIB

JAKARTA, KAMIS - Tujuh jam menghimpun pendapat dari anggota Kabinet Indonesia Bersatu, pemerintah Indonesia akhirnya merevisi Surat Keputusan Bersama (SKB) empat menteri yang mendapat penolakan dari kalangan buruh di daerah. Perubahan SKB ini terletak pada pasal 3 yang menjadi kontroversi dikalangan buruh.

"Presiden mendengar aspirasi pekerja, karena itu SKB 4 Menteri akan di review," kata Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Soeparno usai mengikuti sidang kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis (27/11).

Erman menjelaskan, Pasal 3 SKB 4 menteri yang semula berbunyi, "Gubernur dalam menetapkan upah minimum diupayakan tidak melebihi pertumbuhan ekonomi nasional." Akhirnya diganti menjadi, "Gubernur dalam menetapkan upah minimum diupayakan memperhatikan tingkat inflasi di masing-masing Daerah." Ketentuan itu berlaku semenjak diumumkan pemerintah. "Revisi ini mulai berlaku hari ini (27/11) sejak diumumkan," ujarnya.

Menurut Erman, revisi aturan SKB 4 menteri ini dimaksudkan untuk menjaga hubungan yang ciamik antara pengusaha dan buruh, sehingga tetap menjaga kestabilan nasional. Hal ini ditujukan pula untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi serta untuk menjaga kelangsungan dunia usaha dan pekerja. "Kami tidak ingin ada PHK massal," tandasnya.

Kamis, 13 November 2008

Akibat Krisis, Siap-siap PHK



Kalangan pengusaha meminta maaf kepada karyawan kalau terpaksa melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK)
menyusul berkurangnya produksi akibat volume permintaan barang, terutama ekspor, yang terus menyusut.

Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Erwin Aksa mengatakan, perusahaan pasti melakukan PHK, tetapi pemerintah diminta bekerja sama untuk meminimalkan PHK. "Pasti ada PHK karena volume market turun. Pabrik akan menurunkan produksi dan otomatis akan ada pengurangan karyawan," kata Erwin

Dia mengatakan, persoalannya sekarang semua orang berhenti melakukan expand secara serentak dan ini lebih pada dampak psychology karena ada ke kekawatiran krisis finansial global akan berlangsung cukup lama. "Dalam kondisi sekarang perusahaan akan menunda ekspansi dan tentu saja karyawan diharap melakukan efektifitas kerja," tutur dia.

Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia Bambang Soesatyo berharap semua pihak tidak inginkan PHK akan tetapi kondisi memaksa dalam negeri mengharuskan pengusaha mengambil kebijakan tersebut. "Permintaan di pasar dalam negeri melemah dan volume ekspor anjlok akibat resesi dan ketidakpastian global di zone euro dan AS, kemungkinan terjadinya PHK sangat terbuka," tutur Bambang hari ini.

Dia mengatakan, turunnya permintaan dan volume ekspor akan memaksa produsen melakukan penyesuaian biaya-biaya, termasuk penurunan kapasitas produksi. "Penurunan kapasitas produksi lazim diikuti restrukturisasi. Tahapan restrukturisasi biasanya mengkaji kebutuhan pekerja. Di sinilah berkembang wacana PHK," ujar dia.


Gelombang PHK Segera Tiba

Dampak krisis finansial global dikhawatirkan akan memicu terjadinya gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK). Menurut Ketua Komite Tetap Fiskal dan Moneter Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bambang Soesatyo, pengusaha terpaksa melakukan PHK bila permintaan terhadap produk mereka terus menurun. Kemungkinan besar yang bakal melakukan PHK adalah industri tekstil dan produk tekstil (TPT) serta industri alas kaki.

Kedua industri itu diperkirakan akan memangkas 10 persen dari 2,5 juta pekerjanya. Hal yang sama kemungkinan dilakukan industri makanan dan baja.

Turunnya permintaan tidak hanya di pasar internasional, tetapi juga domestik. Untuk menahan laju penurunan permintaan, satu-satunya harapan adalah dicairkannya anggaran pemerintah.

>w 9636mw 9736m<

”Jika penyerapan anggaran bisa lebih cepat, akan dapat menekan gelombang PHK. Selain, perluasan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri serta penguatan UMKM,” ujar Bambang


Gelombang PHK massal di seluruh pabrikan dan usaha di tanah air, yang bisnisnya terkait langsung dengan export ataupun sekedar supplier para exportir dalam negeri itu, diperkirakan mulai membengkak bulan Desember (jelang akhir tahun) hingga Maret tahun depan. Masa-masa itu sangat rawan sekali, karena kalau pihak perusahaan tak bisa memberikan pesangon yang memadai dan adil, akan terjadi demo-demo luas di kalangan buruh. Beberapa minggu ini saja sudah terasa di pusat-pusat buruh berada, seperti di keitar Jabodetabek dan Surabaya.

Yang juga dicemaskan, kalau ada LSM-LSM dan Parpol yang beorientasi ke buruh sebagai massanya, akan memanfaatkan moment ini untuk kepentingan politik Pemilu tahun depan. Waktu yang sangat dekat dengan Pemilu itu (April 2009), akan sangat rawan akan demo-demo buruh tersebut. Mudah-mudahan Pemerintah dan aparat keamanan kita bisa mengantisipasinya jauh-jauh hari sebelum semuanya meledak menjadi amuk massa ..

Rabu, 12 November 2008

Gaji 1,4 juta kena pajak 63.000

Mulai 1 Januari 2009, karyawan instansi pemerintah, swasta, maupun profesional yang memenuhi syarat sebagai wajib pajak, disarankan memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Jika belum memegang NPWP, mereka akan dikenakan pinalti berupa tambahan biaya sebesar 20 persen dari pajak penghasilan (PPh).

"Masyarakat punya cukup waktu untuk memiliki NPWP. Tidak sulit mengurusnya," kata Djangkung Sudjarwadi, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (Kanwil DJP) DIY, di sela-sela sosialiasi pajak di Markas Kepolisian Daerah DIY, Senin (10/11).

Syarat sebagai wajib pajak (WP) tahun ini adalah yang berpenghasilan minimal Rp 1,1 juta per bulan. Namun tahun depan, syaratnya menjadi yang berpenghasilan minimal 1,4 juta. Kewajiban pajak antarpegawai bisa berbeda walau punya penghasilan sama. Yang tidak berkewajiban mempunyai NPWP adalah yang berpenghasilan tidak teratur.

Ketentuan Memiliki NPWP Terlalu Cepat
Warga menunggu pembuatan kartu Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) melalui mobil keliling yang juga melayani pelaporan Surat Pemberitahuan (SPT) tahunan pajak di ITC Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (26/3). Mobil yang dioperasikan Ditjen Pajak itu bertujuan untuk mempermudah masyarakat mengurus pajak.

Sebagai contoh, Kepala Bidang Dukungan Teknis dan Konsultasi Kanwil DJP DIY Ahmad Taufik memaparkan perhitungan tentang pajak seorang pegawai tetap. Misalnya jika tiap bulan pegawai itu ber penghasilan (gaji plus tunjangan) Rp 1,4 juta dan membayar uang pensiun Rp 25.000.

Keterangan lainnya, pegawai tersebut menikah namun belum memiliki anak. Jika dikalkulasi secara ringkas, PPh yang dikenakan Rp 63.000 atau sebulan Rp 5.250. Nilai ini, jika pegawai tersebut tak memegang NPWP (tahun depan), akan bertambah 20 persen.

Pinalti biaya itu tidak begitu terasa bagi mereka yang berpenghasilan di kisaran jutaan. "Namun kalau yang berpenghasilan puluhan juta atau lebih, sangat terasa," ujar Ahmad.

Ditambahkan Djangkung, pajak akan kembali lagi ke masyarakat dalam bentuk antara lain pembangunan sarana dan prasarana. Ia tak menampik banyak kalangan belum paham tentang pajak yang njelimet dan terasa agak membingungkan.

Ternyata.. 40 Persen Penerimaan Pajak Belum Masuk Kas Negara,
apa.... kata dunia???????
Direktorat Jenderal Pajak terus berupaya meningkatkan pelayanannya kepada pembayar pajak. Salah satunya adalah melalui Kantor Pelayan Pajak (KPP) Pratama, seperti di Pasar Minggu, Jakarta, yang melayani seluruh jenis pelayanan pajak.
Rabu, 12 November 2008 | 17:00 WIB
JAKARTA, RABU - Pantas saja Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak belakangan ini kian getol mengenjot kepatuhan pembayaran pajak oleh wajib pajak (WP) baik orang pribadi maupun badan. Direktorat Jenderal Pajak Darmin Nasution mengatakan, Ditjen Pajak memperkirakan masih ada 35 persen sampai 40 persen penerimaan pajak yang belum masuk ke kantong kas negara.

"Penerimaan tidak terkumpul itu mencapai 40 persen. Makanya kita minta Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mengoptimalkan penerimaan berdasarkan potensi daerahnya," ujar Darmin, Rabu (12/11).

Untuk itulah, lanjut Darmin, tiap KPP ditugaskan untuk membuat semacam daftar yang dapat menghitung antara potensi penerimaan pajak dengan penerimaan pajak. "Semua KPP akan menghitung tax gap. Jadi nanti kegiatan yang dibuat berdasarkan skala prioritas," sambungnya.

Nah bila ditilik dari hasil realisasi penerimaan pajak per Oktober sebesar Rp 463,98 triliun maka seharusnya yang masuk ke kas negara dari penerimaan pajak mencapai Rp 649,48 triliun. Dengan kata lain, seharusnya penerimaan pajak bertambah Rp 185,5 triliun alias 40 persen dari total penerimaan per Oktober. Target penerimaan pajak dalam negeri dalam APBNP 2008 sendiri Rp 534,5 triliun.

Kamis, 06 November 2008

puspita dan khasiat macam2 tanaman

Buah puspita atau pepino dalam bahasa latinnya disebut solanum muricatum. Buah ini memiliki khasiat untuk pengobatan. Sebagian masyarakat mengenal buah ini untuk pengobatan para dewa, yang berkhasiat mengobati berbagai penyakit, seperti darah tinggi, batu ginjal dan stroke.

Buah ini ditanam petani di daerah yang berhawa sejuk dan memiliki curah hujan yang tinggi, seperti di Ciloto, Cianjur, Jawa Barat. Salah seorang petani yang menanam buah puspita ini adalah Mamad Sudarman, di Desa Geger Bentang, Ciloto, Cianjur, Jawa Barat.

Untuk mencapai lokasi kebunnya dari Jakarta dapat melelaui jalan tol Jagorawi, keluar di pintu tol Ciawi, lalu mengambil arah ke Puncak, dan dilanjutkan ke Ciloto, Cianjur, Jawa Barat.

Bibit pohon puspita yang ditanam Mamad di kebunnya ini didatangkan dari Saudi Arabia, meskipun aslinya berasal dari Filipina. Pohon puspita atau pepino ini ditanam dengan cara di-stek pohon yang sudah tua. dengan cara ini, pohon puspita akan berbuah setelah berumur 3 bulan.

Penanaman juga dapat dilakukan dengan menyemai biji, namun dengan cara ini pohon baru berbuah setelah berumur 7 bulan. Proses pemeliharaan pohon ini tidak terlalu sulit. Pemberian pupuk dilakukan secara teratur. Karena pohon ini menghasilkan buah untuk pengobatan, maka pemupukan diutamakan dengan menggunakan pupuk kandang.

Selain itu, pemeliharaan dilakukan dengan membersihkan daun yang sudah tua. Hama pohon ini adalah wereng. Bila hama menyerang maka, daun akan kering. Namun dengan pemeliharaan yang baik, hama tidak menjadi gangguan yang dapat mengakibatkan gagal panen. Daun yang rusak terkena hama harus segera disingkirkan.

Setiap pohon puspita dapat berbuah terus menerus selama 1 tahun, dengan jumlah buah yang dihasilkan antara 5 sampai 10 kilogram. Buah puspita yang telah matang berwarna kuning. jika dimakan rasanya seperti buah melon.

Sebelum dimakan buah puspita terlebih dahulu dibersihkan. Setelah itu dibelah menjadi potongan kecil. Sehingga bagian dalam buahnya terlihat kuning segar. Jika dikonsumsi secara teratur, buah puspita dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti darah tinggi, kencing manis, maag, batu ginjal dan stroke.

Buah ini dipasarkan ke berbagai supermarket di Kota Bogor, Bandung, dan Jakarta. Harganya berkisar 25 ribu hingga 60 ribu rupiah per kilogram. Dari lahan seluas empat ribu meter persegi ini setiap minggunya dapat dipanen 50 sampai 100 kilogram buah puspita.(Helmi Azahari/Ijs)

link trubus:

http://www.trubus-online.co.id



Atasi Kristal Pemicu Nyeri Sendi

Perkasa Karena Purwoceng

Daun Purba Penggempur Batu

Jamur Dewa Atasi Tumor


Sembuh Stroke Berkat Ling Zhi


Herba Pemecah Batu Ginjal


Kering Luka Caesar Karena Teripang


Daun Ungu Penyingkir Wasir
Demam Berdarah?
Dia Penyelamat Luka Bakar
Lidah Buaya Hilangkan Derita Radang Sendi
Karena Merah Berarti Khasiat
Agar Darah Mengalir Lancar
Bentengi dengan Serat
Teh Hitam Penyembuh Lever
Si Pahit Kaya Khasiat
Buah Lezat Berkhasiat Obat


Rabu, 05 November 2008

Rosella, Si Merah yang Kaya Antioksidan


GB
Jakarta - Kelopak bunga yang runcing merekah dengan warna merah menyala ini sangat memikat mata. Kini, banyak orang menyeduhnya sebagai minuman kesehatan yang kaya manfaat. Si merah ini ternyata sudah lama ada di Indonesia.

Teh biasanya dibuat dari tanaman teh atau Camelia Sinensis tetapi akhir-akhir ini banyak orang menyukai teh Rosella. Teh ini berasal dari kelopak bunga rosella, nama Latinnya Hibiscus Sabdariffa yang dikeringkan. Tak hanya di Indonesia, bunga merah ini juga sudah dikenal dan dikonsumsi di Thailand, Mexico, Arab bahkan sejak zaman Mesir kuno.

Tanaman ini sudah ada sejak dulu di Indonesia, meskipun tanaman ini berasal dari India dan Afrika. Pada zaman dulu orang mengenal rosella dengan nama frambozen. Sering dipakai untuk sirop dengan warna kemerahan yang cantik dan aroma yang agak manis asam. Hampir di seluruh pelosok Indonesia mengenal tanaman ini.

Biasanya bunga rosella yang sudah masak, dipetik, diambil kelopak bunganya dan disisihkan bagian tengah yang keras. Kelopak bunga bisa dikeringkan atau dapat langsung diseduh dengan air panas seperti membuat teh tubruk. Ada juga yang menambahkan sedikit perasan lemon dan madu alam. Bahkan kini, sudah ada yang jauh lebih praktis dijual dalam bentuk teh celup. Teh ini banyak dijual di toko obat herbal, apotik dan pasar swalayan bagian teh dan kopi.

Tak hanya enak untuk diminum, teh rosella ini sangant banyak manfaatnya untuk kesehatan. Yang paling mencolok adalah kandungan antioksidan yang sangat tinggi. Kandungan antioksidan ini bisa meredam radikal bebas yang memicu pertumbuhan sel kanker. Makin gelap atau pekat warna merahnya, makin tinggi kadar antikoksidannya dan rasanya juga makin asam. Selain itu rosella juga bisa meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, mengatasi batuk dan sakit tenggorokan, menormalkan kadar gula dalam darah.

Nah, sudah siap menikmati si merah cantik yang sedikit asam dengan aroma yang unik?
Eka Septia - detikFood


ROSELLA -- TANAMAN RUMAHAN KAYA MANFAAT

Kelopak bunga Rosella, rasanya enak, memiliki efek farmakologis yang bermanfaat seperti diuretik (melancarkan air seni), onthelmintic (membasmi cacing), antibakteri, antiseptik, antiradang, menurunkan panas, meluruhkan dahak, menurunkan tekanan darah, mengurangi kekentalan darah, dan menstimulasi gerak peristaltik usus. Daun, buah, dan bijinya juga berperan sebagai diuretik, antisariawan, dan pereda nyeri. Kelopak Rosella dapat mengatasi panas dalam, sariawan, kolesterol tinggi, hipertensi, gangguan jantung, sembelit, mengurangi resiko osteoporosis, dan mencegah kanker darah.

Rosella dengan nama Latin Hibiscus sabdariffa ini sedang naik daun. Padahal tanaman ini sudah lama ada di Indonesia. Dulu kelopak Rosella dikenal sebagai frambozen yang digunakan sebagai bahan pembuat sirup berwarna merah yang beraroma khas. Sekarang ini, kelopak Rosella dikenal sebagai bahan minuman dan disebut teh Rosella. Tanaman yang masih kerabat bunga sepatu ini banyak ditemukan sebagai tanaman pagar.

Rosella yang selama ini dikenal sebagai bunga, sebenarnya adalah kelopak buah. Karena bentuknya seperti bunga (terlebih jika telah dikeringkan), maka orang menyebutnya bunga Rosella.

Di Indonesia, penelitian tentang uji komponen zat gizi dan aktivitas antioksidan pada kelopak Rosella pernah diteliti oleh Ir. Didah Nurfaridah pada tahun 2005. Dalam penelitiannya, staf pengajar di Departemen Ilmu dan Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor ini menemukan bahwa kadar antioksidan yang terkandung dalam kelopak kering Rosella jauh lebih tinggi dibandingkan dengan tanaman kumis kucing dan bunga knop. Zat aktif yang paling berperan dalam kelopak bunga Rosella meliputi gossypetin, antosianin, dan glucoside hibiscin.

MENANAM ROSELLA
Pada prinsipnya tanaman Rosella dapat hidup di kondisi lahan, cuaca, serta suhu apapun, akan tetapi di setiap daerah yang berbeda akan menghasilkan warna yang berbeda pula. Rosella dapat hidup di ketinggian 0-900 m di atas permukaan laut. Rosella tumbuh baik di dataran rendah dengan ketinggian 0-500 m dpl. Pertumbuhan Rosella dapat optimal di kisaran 20-34 derajat celcius. Rosella merupakan tanaman semusim, hanya mengalami satu kali masa produktif. Batang Rosella akan tumbuh dari satu titik tumbuh. Batangnya tumbuh relatif tinggi yaitu 1-3 meter dan lebar bisa mencapai 2 meter.

Media Tanam
a. Lahan Terbuka
Dibuat alur/bedengan setinggi 15-20 cm. Tanah diberi pupuk kandang 2 kg/10 m2. Jarak tanam 1 x 1 m. Jika tanah subur maka rosela umumnya tumbuh setinggi 2-3 m dan lebar tajuk 1-1,5 m.

b. Polibag/pot
Untuk lahan yang sangat terbatas bisa menggunakan polibag dengan hasil tanam yang terbatas, biasanya tinggi pohon hanya mencapai 40-70 cm. Media polibag juga dapat dijadikan media penyiapan benih hingga berumur 1 bulan (15-20 cm).

Pembenihan (skala kecil/pemula)
Biji dibuat kecambah dengan cara direndam dalam air selama 24 jam dan ditutup dengan kapas basah selama 2-3 hari. Tanamlah biji yang telah menjadi kecambah langsung pada lahan yang telah disiapkan atau polibag. Basahi kapas setiap hari hingga semua biji berkecambah atau menyisakan biji tidak dapat berkecambah (biasanya sekitar 10 hari). Cara ini mengurangi kemungkinan rusaknya biji oleh serangga tanah atau pembusukan jika ditanam langsung, cara ini kurang efektif untuk penanaman skala besar.

Minggu, 02 November 2008

link BUDIDAYA PERIKANAN

BUDIDDAYA PERIKANAN


IKAN AIR TAWAR




IKAN AIR LAUT

Budidaya Ikan Belut

Budidaya Ikan Gurame

Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Mas

Budidaya Ikan Mujair

Budidaya Ikan Nila

Budidaya Ikan Patin

Pembesaran Ikan Bawal Air Tawar

Pembenihan Ikan Tawes (Puntius Javanicus. Blkr)

Budidaya Ikan Gurame




Budidaya Udang Windu

Budidaya Ikan Beronang

Pembesaran Ikan Kakap Putih di Jaring Apung

Budidaya Tiram

Budidaya Tiram Mutiara

Pembenihan Ikan Bandeng

Pembenihan Ikan Beronang

Pembenihan Ikan Kakap Putih

Pembenihan Ikan Kakap Putih Skala Rumah Tangga

Pembenihan Ikan Kerapu Macan

Pembenihan Ikan Kerapu Macan - Pemeliharaan Larva

Pembenihan Teripang Putih

Teknik Penggelondongan Ikan Bandeng

Teknik Budidaya Tiram Mutiara di Indonesia

Budidaya Kerang Hijau

IKAN HIAS




LAIN - LAIN

Budidaya Ikan Hias Live Bearer

Budidaya Ikan Hias Tetra

Budidaya Ikan Hias Koki Mutiara

Budidaya Ikan Hias Manfish

Budidaya Ikan Hias Oscar

Pengenalan Jenis Ikan Hias




Pakan Ikan

Keadaan Budidaya Tiram di Malaysia Saat ini

Juknis Budidaya Ikan Laut di Jaring Apung

Juknis Penanggulangan Penyakit Ikan Laut

Penanganan Aquarium Ikan Hias

Pemeliharaan Ikan dengan Sistem Mina Padi

Saponin untuk Pembasmi Hama Udang

Pemijahan Ikan Sistem Cangkringan

Sumber:

1) Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, BAPPENAS.

2) Dinas Peternakan, Pemerintah DKI Jakarta.

3) Dinas Perikanan, Pemerintah DKI Jakarta.

4) Direktorat Jenderal Perikanan, Departemen Pertanian.

5) Dinas Perikanan Propinsi DI Yogyakarta.

6) Pusat Penelitian Perkebunan Gambung

7) UPT BPPTTG LIPI Subang

8) Departemen Pertanian, http://www.deptan.go.id, Maret 2001

Senin, 27 Oktober 2008

Rupiah Lewati Rp 11.000


Selasa, 28 Oktober 2008 |

JAKARTA, SELASA — Rupiah, Selasa (28/10) pagi, langsung melorot menembus level Rp 11.000 per dollar AS. Rupiah saat ini berada di posisi Rp 11.500 per dollar AS.

Salah satu faktor menurunnya rupiah, menurut Dealer Valas Bank Century, Frans Darwin Sinurat, seperti dikutip Kontan karena melemahnya mata uang negara lain terhadap dollar AS dan yen Jepang. "Kedua mata uang itu dianggap sebagai tempat paling aman (safe haven). Ini membuat mata uang negara lain tertekan," katanya.

Selain itu, penguatan ini tak lepas dari berakhirnya aksi carry trade. Investor yang dulu meminjam uang yen dan berinvestasi di ases-set negara kini berbalik melempas investasi mereka dan memburu yen untuk membayar utangnya. Ini juga membuat aksi jual rupiah di dalam negeri semakin besar," ujarnya.

Kemarin Bank Indonesia dikabarkan mengguyur pasar sekitar 100 juta dollar AS untuk menahan rupiah dari kemorosotan yang lebih dalam.


EDJ

Senin, 13 Oktober 2008

Bagaimana Menghambat Krisis Ini?



JAKARTA
Pekan lalu, barangkali akan menjadi saat terkelam dalam sejarah bursa efek di Indonesia, ketika otoritas bursa terpaksa melakukan suspensi pasar sampai dua kali. Senin pagi (13/10) ini, diharapkan bursa sudah kembali dibuka.

Dalam situasi seperti sekarang, tidak ada gunanya terus memupuk kepanikan. Depresi dunia tahun 1929 juga terjadi karena kepanikan yang menjadi-jadi. Namun, sejak itu, dengan beberapa kali peristiwa serupa, kita terbukti selalu bisa keluar dari krisis itu. Kali ini pun kita harus keluar dari krisis, dan menata ulang sistem perekonomian, untuk tidak terjerumus ke kesalahan yang sama.

Distribusi Aset Global

Bahwa bursa efek mengalami koreksi tajam, barangkali itu merupakan mekanisme alaminah yang harus terjadi. Sebelum ini, sebenarnya sudah sering analisis dikemukakan, bahwa akselerasi leverage yang terjadi di sektor finansial, yang dipicu oleh aktivitas dan “kreativitas” bank investasi, hedge funds dan lain-lain, yang menimbulkan economic bubble, cepat atau lambat akan terkoreksi. Namun seberapa besar koreksi itu akan terjadi, dan kapan bakal terjadi, itu belum ketahuan jawabnya.

Beberapa peristiwa seperti krisis finansial Asia 1997 dan Rusia 1998 yang sempat membangrutkan hedge fund terkemuka Long Term Capital Management (LTCM), meski sudah coba disuntik The Fed, kenyataannya masih bisa dilalui dengan baik. Selanjutnya, serangan teroris ke World Trade Center pada 11 September 2001, juga sempat membuat bursa Wall Street tutup beberapa hari, harga indeks jatuh, namun ternyata juga masih bisa selamat. Skandal Enron, berupa tipu muslihat akuntansi pada tahun 2002, juga sempat menimbulkan kepanikan, karena jatuhnya kepercayaan pada bursa (distrust), namun ternyata juga belum mampu merobohkan perekonomian.

Kali ini, krisis disebabkan oleh kombinasi antara kredit macet sektor perumahan Amerika Serikat (AS) sejak Juli 2007serta kenaikan harga minyak dunia secara drastis sejak Juli 2005, dari level US$ 30 per barel menjadi US$ 147 per barel (Juli 2008), dan sekarang sudah di bawah US$ 80 per barel. Apakah perekonomian dunia kali ini juga dapat bertahan dari krisis ini?

Sejauh ini, program penalangan (bailout) yang dilakukan pemerintah AS terhadap bank-bank investasi yang bangkrut bernilai US$ 700 miliar. Angka ini memang besar, namun dibandingkan kekuatan ekonomi AS secara keseluruhan, yang tercermin dari Produk Domestik Bruto (PDB)-nya yang mencapai US$ 14 triliun, ternyata hanya 5%.

Bagaimana pemerintah AS bisa mendanai kebutuhan bailout tersebut? Caranya, pemerintah AS tampaknya akan menerbitkan obligasi, baik jangka pendek (T-bills) maupun jangka panjang (T-bonds). Pemerintah AS perlu minta bantuan negara-negara besar lain untuk membelinya. Bukan saja ke negara-negara mapan seperti Zona Eropa, Inggris, dan Jepang, namun juga emerging countries seperti Tiongkok. Apa lagi Tiongkok sekarang ini merupakan penumpuk cadangan devisa terbesar di dunia (US$ 1,8 triliun), dan memiliki surplus perdagangan yang amat besar, US$ 250 miliar per tahun. Saat ini, hanya Jerman yang memiliki surplus perdagangan terbesar di dunia (US$ 280 miliar).

Pertanyaannya, apakah Tiongkok mau menolong? Saya yakin mereka pasti (dan harus) mau, karena jika Tiongkok berpangku tangan (do nothing), maka krisis AS akan berdampak besar bagi perekonomian mereka. Jangan lupa, mayoritas surplus perdagangan Tiongkok adalah terhadap AS. Jika perekonomian AS hancur, Tiongkok juga akan rugi besar. Dengan kata lain, dunia harus menempatkan krisis AS sebagai musuh bersama, sehingga penanggulangannya pun harus dilakukan secara bersama-sama dengan kompak.

Selanjutnya, pemerintah AS juga akan menjual aset-aset perusahaan finansial yang bermasalah, melalui lembaga yang dibentuknya, yakni Troubled Asset Relief Programme (TARP). Lembaga ini mirip Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) di Indonesia dulu. Yang berpotensi membeli aset-aset perusahaan yang terkena krisis ini, tentunya adalah negara-negara kaya di Timur Tengah yang memiliki sovereign wealth fund, Kawasan Euro, Inggris, Jepang, Rusia, dan (lagi-lagi) Tiongkok. Negara-negara kunci tersebut harus menunjukkan solidaritasnya, karena kepentingan perekonomian global sedang dipertaruhkan.

Dengan kesamaan pemahaman terhadap krisis semacam ini, maka jalan penyelamatan perekonomian global sebenarnya sudah terbentang di depan mata. Tinggal sekarang sejumlah lobi dan pertemuan internasional untuk penggalangan ini yang harus dilakukan secara intensif. Memang ini menimbulkan konsekuensi, bahwa ke depan nanti kita akan menyaksikan banyak aset ekonomi penting yang semula menjadi milik investor AS, akan beralih kepemilikan kepada negara-negara lain yang memiliki dana besar. Kita akan menyaksikan pola distribusi aset yang menyebar dari AS ke bangsa-bangsa lain.

Perekonomian Indonesia

Barangkali agak ironis, bahwa apa yang dialami AS sekarang, meski tidak sama persis, ternyata memiliki analogi terhadap apa yang terjadi di Indonesia saat krisis 1998. Bank-bank dan perusahaan-perusahaan milik kelompok bisnis (konglomerat) telah beralih kepemilikan, dari milik investor Indonesia ke asing. Hal itu tampaknya akan berulang dalam kasus AS sekarang.

Bagi Indonesia, apa perbedaan antara krisis sekarang dan krisis 1998? Perbedaannya, krisis Indonesia dimulai dari rapuhnya kondisi bank-bank komersial, yang rawan terjadinya tindak moral hazard karena struktur kepemilikan bank kita yang tidak sehat, karena dimiliki oleh kelompok-kelompok usaha yang sarat kepentingan oleh dirinya sendiri. Konkretnya, banyak dana bank disalurkan ke kelompoknya sendiri, sehingga filternya minimal, sehingga mudah timbul pelanggaran legal lending limit.

Sedangkan dalam kasus sekarang, krisis dimulai dari kesembronoan bank investasi di AS, yang secara berani melakukan sekuritisasi aset yang didasarkan pada kredit perumahan (mortgage loans), dan terutama yang kualitasnya kurang baik (subprime mortgage loans). Sejak 1990, kepemilikan rumah di AS begitu mudah ditawarkan oleh bank-bank. Karena bagi bank, jika terjadi kemacetan kredit perumahan, solusinya gampang sekali: sita rumahnya, dilelang, lalu selesai.

Namun, karena harga minyak naik drastis pada pertengahan 2005, terpaksa suku bunga pun naik, dari Fed rate di bawah 2% menjadi 5,25%. Tujuannya agar inflasi terkendali. Inflasi di AS berlipat dari 2% menjadi di atas 5%. Namun, apa akibatnya? Kredit perumahan menjadi macet. Ketika kemacetan terjadi secara massal, maka hasilnya adalah kepanikan yang menjadi-jadi. Harga saham perusahaan finansial yang banyak melakukan exposure di kredit perumahan pun kolaps.

Bagi perekonomian Indonesia, krisis 1998 adalah lebih berat, karena sumber krisis berasal dari sini. Sedangkan krisis 2008, gelombang krisis akan tertransmisikan lebih lambat ke Indonesia. Yang terkena langsung adalah bursa efek. Namun, sebenarnya skala bursa efek, yang nilai transaksinya rata-rata Rp 5 triliun sehari, relatif kecil dibandingkan kekuatan ekonomi Indonesia secara keseluruhan, yang bisa direpresentasikan dengan PDB yang saat ini sekitar Rp 4.200 hingga Rp 4.400 triliun.

Cepat atau lambat, kepanikan di bursa efek memang akan tertransmisikan juga ke sektor riil. Namun, dengan perlawanan yang sengit dari negara-negara besar untuk memadamkan krisis AS, saya masih menyimpan optimisme, bahwa krisis ini dapat dihambat, atau dinetralisasikan, sehingga dampak negatifnya dikurangi.

Harga saham memang akan terkoreksi, sementara harga komoditas pun akan menemukan ekulibirumnya yang baru. Harga minyak dunia, misalnya, bisa jadi akan stabil di level US$ 70 hingga US$ 80 per barel. Ini sudah lebih tinggi daripada sebelumnya yang tertahan pada level US$ 30 per barel selama lebih dari 25 tahun sejak 1981. Namun harga baru ini jauh lebih rasional daripada rekor harga tertinggi US$ 147 per barel pada 11 Juli 2008 yang lalu.

Disadari atau tidak, kini kita tengah melangkah menuju ekuilibrium baru perekonomian dunia. Hendaknya hal ini diterima sebagai sebuah keniscayaan, atau peristiwa alamiah yang tak terhindarkan. Cepat atau lambat, koreksi economic bubble semacam ini memang harus terjadi. Kita harus menyikapinya dengan tidak bereaksi secara panik berlebihan. Kepanikan semacam itu sama sekali tidak produktif, dan hanya akan menjerumuskan kita semua ke lubang penderitaan secara bersama-sama. Itu sama sekali tidak ada manfaatnya. Kita harus menghindari hal itu dengan berpikir dan bertindak secara tenang.

*) Penulis adalah dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM, serta Chief Economist Bank Negara Indonesia (BNI)Investor Daily

Free chat widget @ ShoutMix
hit counter KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia blog-indonesia.com blog-indonesia.com http://iwanfalsmania.blogspot.com Blogging Blogs - BlogCatalog Blog Directory